Entahlah. Aku ingin Rizal menemaniku disaat saat sulit seperti ini. Meski itu rasanya tidak mungkin. Karena rizal tidak mungkin sepenuhnya ada buatku disaat kita bersama lagi. Dan aku tidak mau merusak hidupku dengan memaksakan kebersamaan kita lagi. Rizal rizal, entahlah… aku sangat suka kelembutanmu. Kamu yang selalu baik pada orang orang yang menyakitimu. Kamu yang tidak pernah protes pada aku yang slalu bikin kamu kesel, aku yang rese, aku yang selalu nyebelin. Aku yang selalu mau menang sendiri. Aku tau. Kamu masih menyimpan luka dan rasa sakit yang sangat mendalam. Tapi aku harap, semoga dengan kepergianku, itu bisa mengubah caramu memandang wanita, caramu memandang pasanganmu, dan caramu memandang istrimu. Maafkan aku jika selama aku bersamamu ada kesalahan kesalahan yang aku lakukan ataupun kesalahan kesalahan yang tidak sengaja menyakitimu. Aku mungkin tidak pernah bisa menerima balasan perasaan dari mu, karena aku takut jatuh cinta terlalu dalam, sedangkan menurut ku aku su...