kamu sudah mengambil semuanya
kamu sudah mengambil waktuku
kamu sudah mengambil tenaga ku
kamu sudah mengambil pikiranku
dan kamu sudah mengambil tenagaku
sudah berapa banya waktu yang terbuang
hanya untuk menunggu mendengar suaramu
hanya untuk menunggu bertemu denganmu
sudah berapa banyak waktu yang terbuang
hanya untuk menunggu mu setelah seharian beraktifitas
hanya untuk menunggu seorang pria yang kusayangi bercengkrama dengan penuh tawa denganku
apa itu keterlaluan?
atau apakah sebuah ironi
karena seseorang bisa sangat begitu sakitnya menunggu
walaupun dia tau yang ditunggu tidak akan pernah
menoleh
kamu sudah mengambil waktuku
kamu sudah mengambil tenaga ku
kamu sudah mengambil pikiranku
dan kamu sudah mengambil tenagaku
sudah berapa banya waktu yang terbuang
hanya untuk menunggu mendengar suaramu
hanya untuk menunggu bertemu denganmu
sudah berapa banyak waktu yang terbuang
hanya untuk menunggu mu setelah seharian beraktifitas
hanya untuk menunggu seorang pria yang kusayangi bercengkrama dengan penuh tawa denganku
apa itu keterlaluan?
atau apakah sebuah ironi
karena seseorang bisa sangat begitu sakitnya menunggu
walaupun dia tau yang ditunggu tidak akan pernah
menoleh
Komentar
Posting Komentar