Langsung ke konten utama

ketika aku dikuliti

kamu sudah mengambil semuanya

      kamu sudah mengambil waktuku
      kamu sudah mengambil tenaga ku
      kamu sudah mengambil pikiranku
   
               dan kamu sudah mengambil tenagaku
 
sudah berapa banya waktu yang terbuang
hanya untuk menunggu mendengar suaramu
hanya untuk menunggu bertemu denganmu
sudah berapa banyak waktu yang terbuang
hanya untuk menunggu mu setelah seharian beraktifitas
hanya untuk menunggu seorang pria yang kusayangi bercengkrama dengan penuh tawa denganku
apa itu keterlaluan?
atau apakah sebuah ironi
karena seseorang bisa sangat begitu sakitnya menunggu
walaupun dia tau yang ditunggu tidak akan pernah
menoleh


Komentar

Postingan populer dari blog ini

dari kami hujan tanggal hari dan bulan untuk Lia

Lia.. kau ingat angka kau salahkan aku kata tanggal kau bangun pagi kau salahkan aku kata hari ketika aku turun kau ingin menangis dan ingat aku saat awal tanggal ku kau ingin agar berganti kata bulan Apa salah kami liaa? kata Tahun... KAMI INGIN MEMBUAT HARIMU LEBIH INDAH karena "kami" bukan kami yang lalu kami adalah sekarang kami bukan "kami" yang lalu lia kami bukan "kami" yang lalu

Namamu

Aku ga ngerti lagi sama kamu Bukan berarti aku ngelike gambar sama caption sama Ga semua gambar mewakili caption Apalagi aku ngelike gambar lelaki, padahal disitu jelas posting annya pertolongan Allah Bukan ga mungkin kamu mikir aku selingkuh Aku cuma bisa diam Rasa sayang itu fitrah Tapi apakah wajar kita mencintai selain Allah begitu dalam? Kamu ga tau siapa orang yang selalu ku ingat Siapa orang yang selalu ku inginkan kehadirannya Siapa orang yang selalu ku bahagiakan KAMU hanya ada satu orang yang kusayangi dan kusukai Dia Rizal. Jangan tanya Rizal siapa. Aku capek jelasin ke kamu                  

amarahku

aku masih sangat marah. marah mengapa dia tidak bisa mendukungku disaat aku sedang kuliah marah marah mengapa dia tidak mau mendukungku kuliah marah mengapa dia tidak ada disaat saat aku paling membutuhkan dia marah mengapa aku harus tetap selalu ada untuk dia saat dia membutuhkanku itulah kemarahanku pada rizal