Langsung ke konten utama

Rabu 24 juli, Ulang Tahunmu

Tulisan ini harusnya sudah aku post hari itu juga
Malam ini aku bertemu dengan mu
Aku sangat gugup
Sehingga tidak tau harus naik angkot atau naik grab
Rencananya aku ingin mengajakmu pergi kebogor habis beli mukenah, tapi sebenarnya tidak terlalu penting membeli mukenah. Itu cuma alasan agar aku bisa bertemu dengan mu

Cuma entah kenapa aku harus pulang lagi kerumah setelah menunggu satu jam distasiun
Skip-Kamu tau kenapa ceritanya harus beranjak dan bagian itu hanya masing masing dari kita berdua yang tau. Perasaan kita dan apa yang terjadi dengan kita

Akhirnya..
Setelah kamu datang kerumah....
Aku pun kaget
Kamu bilang minal aidzin
Entah aku bisa sekaget itu

Kamu masih seperti yang dulu..
Misterius

Tapi kamu bersikap seolah kita pertama kali bertemu

Aku tidak akan melupakan peristiwa malam itu
Wajahmu begitu teduh
Aku tidak pernah melihat engkau yang seperti ini
Aku menunduk karena malu
Aku mengutuki diri karena masih saja gugup saat bertemu dengan mu
Aku mencoba mencari bahan obrolan
Namun aku tidak bisa menahan diri melihatmu diam saja
Akhirnya aku mengajakmu pulang walaupun dengan memaksa

Aku minta maaf karena tidak mengajakmu masuk kedalam rumah. Mudah mudahan masih ada kesempatan untuk kita benar-benar ngobrol dirumah.

Aku masih mencoba mengajakmu ngobrol didekat rumah tetangga
Entah mengapa aku lebih nyaman denganmu ditempat yang sepi dan sedikit gelap dibanding ditempat terang dan sedikit ramai.

Didekat rumah tetangga pun aku masih mengutuki diri mengapa aku masih belum bisa nyambung ngobrol denganmu

Dari semuanya Aku senang mengucapkan selamat ulang Tahun padamu
Melihatmu menunduk, yang mungkin engkau malu
Rasanya itu seperti sebuah hadiah dari Tuhan

Terimakasih telah meluangkan waktu memberiku kesempatan untuk mengucapkan selamat ulang Tahun padamu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

amarahku

aku masih sangat marah. marah mengapa dia tidak bisa mendukungku disaat aku sedang kuliah marah marah mengapa dia tidak mau mendukungku kuliah marah mengapa dia tidak ada disaat saat aku paling membutuhkan dia marah mengapa aku harus tetap selalu ada untuk dia saat dia membutuhkanku itulah kemarahanku pada rizal

bunga yang terbakar

Kamu mungkin sudah beberapa kali memperlihatkan perasaan mu padaku Kamu mungkin juga sudah berusaha agar bisa seirama denganku tanpa aku tahu Tapi ada suatu waktu, kamu lain sekali                                     saat kutanya kenapa kamu diam saja                                     saat kutanya apa maumu kamu diam saja                                                                       Entah merahasiakan                                                                ...

dari kami hujan tanggal hari dan bulan untuk Lia

Lia.. kau ingat angka kau salahkan aku kata tanggal kau bangun pagi kau salahkan aku kata hari ketika aku turun kau ingin menangis dan ingat aku saat awal tanggal ku kau ingin agar berganti kata bulan Apa salah kami liaa? kata Tahun... KAMI INGIN MEMBUAT HARIMU LEBIH INDAH karena "kami" bukan kami yang lalu kami adalah sekarang kami bukan "kami" yang lalu lia kami bukan "kami" yang lalu