Entahlah. Aku ingin Rizal menemaniku disaat saat sulit
seperti ini. Meski itu rasanya tidak mungkin. Karena rizal tidak mungkin
sepenuhnya ada buatku disaat kita bersama lagi. Dan aku tidak mau merusak
hidupku dengan memaksakan kebersamaan kita lagi. Rizal rizal, entahlah… aku
sangat suka kelembutanmu. Kamu yang selalu baik pada orang orang yang
menyakitimu. Kamu yang tidak pernah protes pada aku yang slalu bikin kamu
kesel, aku yang rese, aku yang selalu nyebelin. Aku yang selalu mau menang
sendiri. Aku tau. Kamu masih menyimpan luka dan rasa sakit yang sangat mendalam.
Tapi aku harap, semoga dengan kepergianku, itu bisa mengubah caramu memandang
wanita, caramu memandang pasanganmu, dan caramu memandang istrimu. Maafkan aku
jika selama aku bersamamu ada kesalahan kesalahan yang aku lakukan ataupun
kesalahan kesalahan yang tidak sengaja menyakitimu. Aku mungkin tidak pernah
bisa menerima balasan perasaan dari mu, karena aku takut jatuh cinta terlalu
dalam, sedangkan menurut ku aku sudah jatuh cinta terlalu dalam kepadamu…… itu
menyakitiku……ketika aku ingin menjadi lebih dekat denganmu, sementara aku tidak
punya kapasitas untuk itu. Banyak sekali hal hal yang membuat emosiku tidak terhubung
denganmu. Pertama aku punya tanggung jawab untuk menyelesaikan kuliah. Kedua,
aku punya kecenderungan mood yang berubah – ubah. Yang terahir aku tidak bisa
terima kalau kamu menggunakan waktumu dengan teman temanmu L, dan yang lebih parah
kamu lebih banyak bersama dengan teman teman perempuanmu dibandingkan dengan
aku. Kamu secara tidak langsung membuatku merasa tidak di inginkan. Kamu juga
secara tidak langsung tidak membuat aku merasa bahwa aku bukanlah orang yang
penting buat kamu. Dan kamu secara tidak langsung membuatku merasa bahwa aku
tidak berarti
aku masih sangat marah. marah mengapa dia tidak bisa mendukungku disaat aku sedang kuliah marah marah mengapa dia tidak mau mendukungku kuliah marah mengapa dia tidak ada disaat saat aku paling membutuhkan dia marah mengapa aku harus tetap selalu ada untuk dia saat dia membutuhkanku itulah kemarahanku pada rizal
Komentar
Posting Komentar